14 Mei 2011

Soe Hok Gie - Sebuah Tanya

0 komentar

“Akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku”


(Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi.
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)


“Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”


(Lampu-lampu berkelipan di Jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. Kau dan aku berbicara. Tanpa kata… tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita)


“Apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”


(Haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. Seperti kabut pagi itu)


“Manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”


 

Metode Pendidikan dan Mahasiswa Berengsek

0 komentar

Metode pendidikan yang brengsek dan media - media bodoh telah membuat kita kehilangan nalar dan nyali, membuat kita menutup mata dan diam terpaku . Kita seperti dikutuk untuk menjadi anak muda pintar tapi sulit memahami bahasa kehidupannya sendiri. untuk apa negeri ini dulu dibebaskan oleh anak - anak muda seperti soekarno, hatta, sjahrir, tan malaka, natsir, samaoen, dll? jika hanya melahirkan anak muda priyayi yang pintarnya hanya bisa berkompromi dengan ketidakadilan. Sikap ini yang membuat negeri kita mudah untuk dijajah, ditindas dan ditipu oleh kemajuan zaman.





Soekarno bertanya : " Apa bisa orang menginginkan perubahan dengan buku-buku pelajaran?".



Kita lihat sekarang dimana kampus tampak menjadi lingkungan paling menyulitkan untuk keberadaan para pemikir - pemikir sosial, yang ada hanya kumpulan para pemikir-pemikir yang hanya dapat mengumbar dusta dan kemunafikan dengan sumpahnya!. Organisasi pergerakan yang ada hanya sekedar gagah-gagahan atau sekedar menunjukkan eksitensi "kemahasiswaannya", hanya berusaha meraba-raba situasi dalam kegelapan. Membuat pertanyaan yang terlalu hambar dan terus diputar-putar. Jalan keluarnya pun kadang tidak mereka yakini.


Hei kawan!!! bukalah mata kalian!!!


Apa kalian tidak melihat sebuah pengkhianatan???


Kebijakan-kebijakan yang seringkali tidak masuk akal diterapkan disini...!


Mengapa diam saja???


Ada sebuah kebijakan yang tujuan-nya agar sama seperti  kurikulum di luar negeri, agar kompetensi-nya sama tapi di negeri ini terlalu banyak anak muda yang tidak mengerti apa yang sedang dihadapi-nya. Apalagi dengan disahkannya UU BHP, semakin terpuruklah bangsa kita ini akibat dari masih luasnya pengaruh zaman ORDE BARU dan semakin nyatalah sebuah kalimat yang mengatakan bahwa ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH...!


Terlalu banyak kejanggalan terdapat dikampus-kampus, untuk urusan "ultah" sendiri tidak jarang dibebankan kepada mahasiswa. SPP mahasiswa baru tiap tahun dinaikkan, dengan alasan "UANG PEMBANGUNAN" tapi apa yang mereka berikan..???


proyektor rusak??? AC mati??? Kursi rusak??? Pelayanan mahasiswa yang terkadang menyulitkan?? kebijakan otoriter kampus...!!! Haaa... Tai kucing...!!!


Hei kawan...!!!


Kita dituntun agar bersikap masa apatis, hedonis, imperialis, bahkan cenderung mendewakan teori : hitam diatas putih titik..! dan lihatlah orang-orang "diatas" sana yang tiap hari berdebat di ruang sidang, merekalah orang2 yang terlalu mendewakan teori. Memecahkan masalah sesuai aturan buku, jika tidak sesuai maka ujung-ujungnya akan mencari kesalahan orang lain. Terlalu pintar mulutnya mengumbar janji busuk dan menumpahkannya kepada masyarakat dan pada akhirnya lari tunggang langgang dari tanggung jawab.


Sungguh mengenaskan nasib dan sikap mahasiswa modern sekarang. Dihancurkan... dimatikan karakternya... diinjak-injak harga dirinya tapi tetap saja jarang bahkan tidak ada sama sekali yang bangun, bangkit, dan berteriak...!!


Saya pernah ikut mata kuliah yang pada saat itu membahas tentang perilaku masyarakat terhadap fenomena ponari. (masih ingat kan ponari si bocah ajaib asal jombang??). Singkat cerita, para pemakalah telah menyampaikan beberapa pemikiran mereka dan menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang agama, kurangnya pemahaman kesehatan, dan merosotnya nilai akidah dan akhlaq masyarakat.


Hmmm... tai kucing betul kataku dalam hati..!


Beginikah moral mahasiswa Indonesia??? mereka seolah-olah lari dari tanggung jawab sebagai seorang calon profesional yang nantinya akan terjun kemasyarakat. Dalam kesimpulan yang mereka paparkan jelas sekali mereka mengkambing-hitamkan rakyat kecil.


Hei kawan...! jika biaya kesehatan dan obat-obatan tidak mahal mana mungkin mereka akan memilih batu petir milik ponari yang katanya berkahasiat menyembuhkan. Jika biaya pendidikan tidak mahal mana mungkin sikap moral dan etika mereka "se-terbelakang" itu.


Sikap anak2 muda tolol sekarang yang mau saja dibodohi oleh pendidikannya sendiri, tak mau menghargai dan menghormati kelompok yang pernah berjasa pada negeri ini.  Anak-anak muda yang buta akan pengetahuan sejarah akan mengatakan "buat apa sih repot-repot mikirin ini itu, kan dah ada pemerintah yang ngurusin"? Busuk, binal, tak tau diri sekali yang pernah mengatakan hal tersebut...




"bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami dan menghargai sejarahnya", kata Soekarno



Jika anak-anak muda sekarang terlalu apatis maka jadilah bangsa yang sesak dengan koruptor...!




Tulisan ini tidak memiliki sifat untuk mem-provokatori satu atau beberapa pihak, tulisan ini untuk para mahasiswa yang otaknya sudah berlumutan dengan ideologis busuk calon koruptor muda

Politikus Keong Racun

0 komentar

Dalam konteks ini, saya teringat lagu Keong Racun yang belakangan melambungkan nama Jojo dan Shinta di belantara musik Indonesia. Bukan genre dangdut dalam lagu itu yang mau kita bincangkan, melainkan pemakaian judul Keong Racun. Mereka yang suka makanan air tahu betul mana keong yang bisa dimakan dan mana yang berbisa. Sebagaimana lagu-lagu pop umumnya di Tanah Air, 'keong racun' berpretensi mengumpat kebinalan naluri lelaki dan kebebalan perilaku cinta kaum adam. Itu tersurat dalam syair “dasar kau keong racun, baru kenal udah ngajak tidur. Ngomong gak sopan santun, kau anggap aku ayam kampong”. Sebagian pria baik mungkin protes karena terminologi keong racun terlalu sarkastis. Tapi, itulah faktanya di mata Shinta dan Jojo. Bahwa lelaki sering kali merendahkan perempuan, bahkan dalam UU Pornografi, No 44/2008, disudutkan sebagai sumber maksiat. Begitu juga dalam 66 perda bernuansa agama. Bahkan oleh sebagian pria, nikah siri yang suci dasarnya dijadikan alat legalisasi pelacuran.


Seperti sulit membedakan laki-laki keong racun dan keong baik, begitu juga kita sulit membedakan mana politikus keong racun dan mana politikus baik dalam kancah politik. Tapi yang jelas, politikus keong racun cenderung pragmatis, bahkan tak mengenal ideologi lain selain pragmatisme. Mereka menjual rakyat untuk suara dalam pemilu. Konstitusi ditabrak untuk harta dan kuasa. Sayangnya, sebagian dari mereka adalah politisi matang yang berpikir maju dan selalu dalam koridor demokrasi modern dan sebagian lagi adalah politisi musiman yang bergerak tak beraturan seperti lempeng karambol di ujung jari peronda malam yang mau menghilangkan dingin malam dan rasa cemasnya. Dalam kamus politik mereka, demokrasi hanya judul untuk membungkus kerakusan irasional yang mengorbankan bangsa dan Negara!!!


Oleh karena itu, berbicara perubahan dalam konteks ini adalah berbicara tentang bagaimana mengurangi, kalau tak bisa menghabisi, politikus keong racun agar negara ini bisa benar. Kepemimpinan yang kuat, atau sebagian ahli bilang negara yang kuat, adalah kondisi ideal yang bisa membatasi jumlah keong racun. Pendidikan politik untuk masyarakat juga langkah yang tepat untuk membasmi keong racun dimulai dari bilik suara dalam pemilu. Tanpa kesadaran politik, masyarakat tak bisa mandiri menilai calon pemimpin, malah negeri ini pun bisa menjadi sarang keong racun…!


Sumber : Editorial Media Indonesia, 2010

10 Mei 2011

Goes To Klayar, Ratu Pantai Selatan

0 komentar
Pertengahan 2010 kemaren gw sama cewe' gw jalan2 ke Pacitan dalam rangka refreshing disela-sela kepenatan karna kuliah yang belom juga beres-beres. Sementara cewe' gw juga sibuk sama penelitian and KKN.

this is the story :

Sebelum berangkat, ber-narsis ria dulu sama yayang...^^





Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam(akibat kesasar dan sok tahu...) ditambah dengan kurang berpengalaman lewat daerah pantai selatan...

Akhirnya sampe juga di PANTAI KLAYAR, sebuah objek wisata yang belum terekspose karena terletak di daerah terpencil yang jauh dari jalan utama.

Check this out..



Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur (2/04/2010)

Narsisme Tingkat Tinggi :














Pacitan dikenal dengan kota seribu goa, karena di kota ini banyak sekali goa. Goa yang paling terkenal adalah goa gong. Pantai klayar terletak di wilayah Kecamatan Donorojo, 35 km kearah barat kota pacitan. Pantai yang berpasir putih ini memiliki keistimewaan yaitu adanya seruling laut yang sesekali bersiul diantara celah batu karang dan semburan ombak.
Perjalanan ke pantai ini berat banget karena tidak melewati jalan utama sehingga memakan waktu yang lebih lama dan mengikuti jalur yang sudah sangat hancur and menegangkan.


Jalur ini adalah jalur yang dipakai oleh para pencari kayu jati dan benar-benar sangat rusak. Beberapa kali kita harus mampir untuk sekedar bertanya kepada para penduduk dimanakah letak pantai klayar ini dan setelah hampir satu jam lebih kita menempuh perjalanan yang sangat berat akhirnya kita sampai jumpa di pantai yang indah.

Menurut pengunjung yang ada disana Pantai ini beda sekali dengan dua pantai yang terkenal lainnya di daerah Pacitan. Hamparan pasir putih yang luas membentang, lembut sekali pasirnya. Di sebelah timur terdapat tebing-tebing kapur yang sangat cantik nan gagah seolah bukan berada di Indonesia saja. Hempasan ombak pantai selatan menghempas karang yang ada di tengah pantai. Kemudian di sebelah barat terdapat tebing nan hijau.









Dari tebing sebelah barat ini kita bisa melihat pemandangan pantai selatan yang indah sekali dan diujung barat ada sebuah karang yang mirip uluwatu di Bali dengan tebing memanjang menuju laut dan memiliki karang bolong.

Pantai klayar ini memang sangat indah dan benar-benar ratunya pantai selatan Pacitan.



Sekilas Tentang Kerukunan Pelajar Mahasiswa Buol (KPMB) Yogyakarta

0 komentar

KPMB merupakan second home bagi anak - anak perantauan dari buol yang menuntut ilmu dibuol. Organisasi ini adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang bersifat kedaerahan di Jogjakarta. Organisasi seperti KPMB ini banyak tersebar diseluruh indonesia baik di pulau Jawa atau Sulawesi.


Berikut ini adalah sejarah singkat KPMB dan seperti apa sich KPMB itu?

Kerukunan Pelajar Mahasiswa Buol ( KPMB ) Yogyakarta, didirikan pada tanggal 01 April 2000. Sebagai bentuk perwujudan dari rasa solidaritas dan persaudaraan yang tinggi antar sesama warga buol yang ada di Yogyakarta. Walaupun ide ini awalnya dipicu oleh pemberlakuan UU otonomi Daerah dimana Buol saat itu memutuskan untuk berpisah dari Tolitoli dan berdiri menjadi sebuah kabupaten yang baru.Lebih dari sebuah organisasi, KPMB merupakan paguyuban yang berasaskan kekeluargaan yang merangkul seluruh anak – anak daerah untuk berkumpul dalam suatu wadah komunitas atau yang biasa disebut sebagai keluarga kedua. Selama hampir 10 tahun organisasi ini berdiri telah mengalami pasang dan surut koordinasi dalam berbagai program kerjanya. Namun dalam berbagai kendala yang ada tidak menyurutkan segenap warga KPMB untuk mengadakan program – program kerja yang bertujuan untuk membangun solidaritas dan tanggung jawab demi menjawab tantangan masa depan.

Kegiatan paling penting yang diadakan KPMB adalah Musyawarah Umum dan Musyawarah Kerja dimana kegiatan ini adalah salah satu bentuk perwujudan demokrasi dalam organisasi yaitu pemilihan Ketua KPMB. Sampai pada periode kepengurusan tahun ini, Muh. Isram Ain sebagai Ketua KPMB untuk masa kepengurusan 2010 – 2011. Selain musyawarah umum dan kerja KPMB memiliki beberapa agenda program wajib guna menumbuhkan potensi mahasiswa sebagai seorang pemimpin, serta membawa cita-cita dan harapan orang tua serta seluruh masyarakat didaerah agar berguna bagi nusa dan bangsa. Kegiatan – kegiatan ini dijadikan sebagai wahana silaturahim serta rekonstruksi paradigma berpikir sehingga out put dari kegiatan ini adalah para intelektual yang sadar dan paham, serta kritis yang kemudian menjelma menjadi motor perubahan dan pembebasan didaerah nantinya.

Salah satu kegiatannya adalah Orientasi Mahasiswa Baru KPMB ( OMBAK ) yang diadakan setahun sekali guna memperkaya khasanah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang serba-serbi dunia akademik, kemahasiswaan dan keorganisasian khususnya seputar eksistensi mahasiswa daerah. Selain itu OMBAK merupakan pengukuhan mahasiswa baru menjadi warga KPMB. Latihan Dasar Kepemimpinan ( LDK ) dilaksanakan setelah OMBAK. Program ini penting guna menumbuhkan kesadaran kritis tentang peran, tanggung jawab dan posisi moral intelektual mahasiswa dalam dinamika kehidupan sosial ( kampus dan masyarakat luas ). Serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjadi seorang pemimpin bagi diri sendiri, lingkungan dan masyarakat dan peningkatan daya krtatifitas serta aktifitas dalam mendorong organisasi KPMB yang lebih baik. Kedua program kerja ini akan segera dilaksanakan seiring dengan adanya tahun ajaran baru.

Selama tahun 2009 yang lalu, KPMB telah mengadakan beberapa kegiatan yang bersifat internal seperti kajian – kajian rutin yang diadakan 2 minggu sekali dan kajian – kajian ilmiah dengan pembicara dari warga KPMB sendiri yang telah memiliki cukup wawasan atau dasar ilmu yang dikuasainya. Selain hal tersebut, pada 2009 KPMB juga mengikuti beberapa kegiatan yang bersifat eksternal seperti kegiatan seni dan olahraga yang diadakan oleh Asrama Pusat Sulawesi Tengah, IKPM Kalimantan Barat, IKPM Kep. Riau, dan ikut dalam aksi damai bersama Gerakan Moral Rekonsiliasi Pancasila ( GMRP ) yang diadakan di Solo Jawa Tengah menuntut Menjadikan pancasila sebagai sebuah penyadaran terhadap adanya keberagaman kebudayaan di Indonesia dan menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945. Aksi damai bersama Aliansi Uni Kebangsaan mendesak pemerintah karena ketidak-berpihakannya terhadap masyarakat daerah yang menyebabkan desintegrasi bangsa dan mengancam keutuhan NKRI untuk perhatian kesejahteraan terhadap masyarakat pedalaman dan daerah – daerah yang belum terjamahkan. Selain itu, KPMB Jogjakarta juga diundang pada pertemuan mahasiswa antar daerah seluruh Indonesia dalam pekan kebudayaan yang diselenggarakan selama 2 hari. Namun, karena keterbatasan properti maka KPMB batal dalam pertemuan tersebut. Sedangkan pada awal 2010 ini, KPMB telah melaksanakan salah satu program kerja utama yaitu Orientasi Mahasiswa Baru KPMB atau lebih kerennya OMBAK yang disatukan dengan LDK disebabkan karena adanya berbagai keterbatasan sehingga acara yang sekiranya untuk menyambut mahasiswa baru pada pertengahan 2009 diundur sampai akhir 2009. Dan pada pertengahan tahun ini juga akan diselenggarakan Musyawarah Umum dan musyawarah Kerja dalam rangka pemilihan Ketua KPMB yang baru periode 2010-2011.

Dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, KPMB memiliki Asrama Putra dan Putri sebagai sekretariat tetap. Namun, karena minimnya dana yang dimiliki sehingga KPMB hanya mampu menyewa rumah tinggal sebagai asrama dan tidak dapat menampung keseluruhan warga KPMB yang ada di Jogjakarta. Padahal putera – puteri daerah yang melanjutkan studi ke Jogjakarta bisa dikatakan tidak sedikit dan sampai saat ini tercatat 60 orang lebih mahasiswa aktif yang terdaftar dalam organisasi. Angka ini akan terus bertambah bersamaan dengan masa tahun ajaran baru.